Pages

Selasa, 06 Maret 2012

butiran

Sally tersenyum dan beranjak pelan dalam dekap kepedihan dan haru. Senyum pelan yang seakan menyampaikan pesan 'biarkan aku di sini'. Ia meraih ponselnya dan membiarkan jarinya menari untuk sekejap. "terima kasih, semoga kau bahagia :) ." Perlahan air runtuh, bak butiran hujan yang tersentak petir. Hatinya bergemuruh dan bahkan kakinya pun tak sanggup untuk menapak. Ibarat seekor anak burung yang tersesat dan tak tahu arah, ia meninggalkan rumah itu. Ia sadar, mengharapkan keajaiban pada saat ini, merupakan sesuatu yang sia - sia, bak mengharapkan adanya hujan badai di tengah terik gurun.
Sally berusaha mengangkat tubuhnya dan mulai melangkah, tetapi kepalanya seakan tidak mempunyai energi sedikit pun untuk menengadah ke atas dan tidak mampu untuk menatap mantap. Hatinya kalut bukan main, penyesalan memenuhi benak dan mengalir deras dalam darahnya. Lamunanya yang kosong terhenti ketika sebuah pesan singkat muncul di layar ponsel. " Ya kuharap kau mengerti, temui kebahagiaanmu Sally." Kali ini tak ada yang sanggup menghentikannya untuk tersentak dan terjatuh. Ia mengangkat kedua tangannya dan menyapu bersih air mata yang terlanjur jatuh bak banjir bandang.
Di bukanya pintu kamar seraya menyeret kakinya untuk melangkah ke dalam. Meraih ponselnya, membuka sebuah pesan singkat dan dengan enggan merangkai kata - kata "Tenang saja, aku sudah sampai, tak usah mencemaskanku
to be continue~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

contact me

Nanda inasovilizuari
ym: nanda_dandelion
tweets: @nadanandaa

Daisypath Anniversary tickers